Ada yang tau Kesenian Gondang itu apa? Saya juga tidak tahu sebenarnya, cuma saya sebelum nulis tulisan ini saya cari dulu apa itu kesenian gondang.hehehe.. Okay, singkatnya saya temukan di Pikiran-Rakyat.com tulisan singkat mengenai Kesenian gondang ini.
Menulis tentang kesenian Gondang kali ini dikarena kan ada hubungannya dengan kegiatan ibu-ibu PKK Kabupaten Majalengka dalam rangka merayakan HUT Kabupaten Majalengka yang ke-519. Sekaligus mengingatkan Anda yang belum tau Majalengka, karena Majalengka itu bukan Majalaya (Bandung), bukan pula Cicalengka (Bandung juga yah?? *nanya..hehehe). Majalengka secara geografis terletak di antara Kabupaten Sumedang dan Kab. Cirebon (barat timur), dan juga diantara Kab. Ciamis / Kuningan dan Indramayu (utara selatan). Jadi, jika Anda hendak ke Cirebon, Brebes, Tegal (Jawa Tengah) dari arah Bandung naik bis umum, maka Anda tidak akan melewati Kota Majalengka, tapi Anda akan melewati Kadipaten dan Jatiwangi, 2 daerah itu termasuk wilayah Majalengka. Okay? jelas yah? yuuu mariiii…
Okay, nonton video dulu yah.. Maaf, kualitas gambar videonya kurang bagus, soalnya sayah masih menggunakan koneksi internet unlimited tapi terbatas, unlimitted karena emang bisa dipakai sampai akhir bulan, terbatas -nya karena emang jatah cuma 3 GB biar koneksi agak cepet, habis itu turun speednya..hehehe.. Maklum, anak kost..
Okay, kembali ke kesenian Gondang. Ini aku dapat dari Pikiran-rakyat.com. Kesenian Gondang adalah memukul lesung, menumbuk padi sambil melantunkan irama lagu merdu. Nah, singkatnya itu lah penjelasan kesenian gondang di Jawa barat.
“Awalnya merupakan suatu penghormatan terhadap Dewi Sri yang dalam mitologi Sunda dipercaya sebagai Dewi Padi. Yang melakukan gondang yaitu wanita yang dianggap suci atau sudah tidak menstruasi (menopause). Itu dulu waktu di Jaman Prabu Siliwangi,” ujar Harry S. Nataatmadja, Guru Kesenian SMAN 1 Telukjambe Karawang. (pikiran-rakyat.com)
Mungkin cerita yang diceritakan dalam pagelaran kesenian gondang ini hampir sama, atau mungkin kebetulan sama, atau mungkin memang itu lah cerita ketika ber-gondang ria. Gini, seperti video di atas, Ada sekelompok putri remaja (sebut saja remaja..hehehe..) sedang ber-gondang ria, tiba tiba datang lah sekelompok remaja putra (anggap saja lagi, remaja..
) merayu para remaja putri. Para remaja putri ini menolak dengan tegas rayuan si remaja putra. Pokoknamah sampe berapa kali rayuan, embel embel dan janji, di tolak terus. Setelah beberapa kali rayuan, akhirnya luluh juga. Tapi walaupun begitu, para remaja putri ini akan menerima para remaja putra dengan syarat-syarat tertentu. Jadi, ada syarat dan ketentuan berlaku gituh..hehehe..


Tulisan-tulisan lain mengenai Malajengka akan ditulis di http://Kang.IwanSusanto.com, tapi nanti, belum sekarang mah.. mudah-mudahan secepatnya..









rame..
suka..
hehe…
enya atuh,
pami teu suka berarti sanes urang sunda.. hahaha..
klo bisa MAH TAYANGKAN TEKSNYA DONK.. TAR KITA2 MAU TAMPILIN DI ACARA PERPISAHAN KELAS VI.maacih..